Kuliner KulinerTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
food

Kuliner Enak yang Tak Terlupakan: Sepiring Sate Bandeng dari Pasar Pagi Kotapandeglang

Cerita Putra Manurung Saputra soal kelezatan sate bandeng khas Kotapandeglang, jajanan tradisional yang menggugah selera. Temukan resep sederhana dan tips menikmatinya.

26 May 2026 · 3 menit baca · oleh Putra Manurung Saputra
Kuliner Enak yang Tak Terlupakan: Sepiring Sate Bandeng dari Pasar Pagi Kotapandeglang

Kota kecil tempat saya tinggal, Kotapandeglang, punya satu rahasia kuliner yang bikin setiap pagi terasa istimewa. Bukan kafe modern atau restoran mewah, melainkan lapak sate bandeng di sudut Pasar Lama. Setiap melangkah ke sana, aroma bakar ikan segar bercampur bumbu kecap langsung menyambut hidung. Saya ingat pertama kali nyobain sate bandeng buatan Mak Ijah — seorang penjual yang sudah berjualan sejak tahun 1990-an. Satu tusuk sate, dengan daging bandeng yang lembut dan kulit garing, berhasil bikin lidah saya berdansa. Sejak itu, saya selalu menyempatkan mampir saat pulang dari perjalanan dinas. Karena buat saya, kuliner enak bukan soal harga mahal, melainkan kenangan dan rasa yang autentik.

Cerita di Balik Kelezatan Sate Bandeng

Sate bandeng bukan sekadar makanan jalanan biasa. Di balik setiap tusukannya, ada proses panjang yang butuh kesabaran banget. Ikan bandeng segar dibersihkan, lalu dagingnya dipisahkan dari duri halus dengan telaten — ini yang membuat rasanya begitu bersih di mulut. Daging kemudian dicampur bumbu halus: bawang putih, ketumbar, garam, gula merah, dan sedikit kunyit. Setelah dibalut kembali di kulitnya, sate dibakar di atas bara api hingga kulit kecokelatan dan sedikit gosong di beberapa bagian. Saat digigit, kerenyahan kulit bertabrakan dengan kelembutan daging yang manis gurih. Satu hal yang membuat saya ketagihan adalah sambal kacangnya. Mak Ijah memakai kacang tanah sangrai yang diulek bersama cabai rawit, asam jawa, dan gula jawa. Korek api rasa pedas, asam, dan manis menyatu sempurna.

Selain sate bandeng, di lapak yang sama saya juga sering pesan lontong sayur dengan kuah santan kental, taburan bawang goreng, dan kerupuk udang. Kombinasi lontong yang pulen dan sayur labu siam yang empuk selalu berhasil mengenyangkan perut. Saya merasa kuliner tradisional seperti ini punya kekuatan untuk menghubungkan kita dengan akar budaya. Dalam setiap suapan, ada cerita tentang gotong royong, tentang warisan resep yang diturunkan dari ibu ke anak.

Bagi teman-teman yang penasaran, aku saranin datang ke Pasar Lama Kotapandeglang pada pagi hari, sekitar jam 6 hingga 9. Selain sate bandeng, di sini juga ada beragam jajanan lain: lemang, dodol, dan opak. Namun, sate bandeng tetaplah primadona. Kalau nggak sempet ke pasar, coba bikin sendiri di rumah dengan resep sederhana. Kuncinya ada di pemilihan ikan bandeng segar dan kesabaran membersihkan duri. Saya sendiri sering mempraktikkan cara Mak Ijah, dan hasilnya nggak pernah ngecewain Bisa juga lihat kuliner keluarga.

Menikmati sate bandeng di pagi hari sembari menyeruput kopi hitam pahit adalah momen yang sulit dilupain. Rasa manis dari gula jawa pada sate berpadu dengan pahit kopi menciptakan harmoni yang unik. Inilah yang saya sebut kuliner enak: makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menghangatkan hati dan membawa cerita. Saya berharap suatu hari nanti, orang-orang dari luar Kotapandeglang bisa merasakan langsung kelezatan ini. Sampai jumpa di pasar pagi, ya!

Sepiring sate bandeng khas Pandeglang

Catatan: sumber resmi

Tag: #kuliner #sate bandeng #pandeglang