Kuliner KulinerTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
food

Kuliner Hemat di Kota Pandeglang: Kenyang Tanpa Menguras Dompet

Cerita kuliner hemat dari Kota Pandeglang: warung kaki lima, jajanan tradisional, dan resep rumahan yang mengenyangkan.

29 Jul 2026 · 3 menit baca · oleh Putra Manurung Saputra
Kuliner Hemat di Kota Pandeglang: Kenyang Tanpa Menguras Dompet

Pagi di Kota Pandeglang selalu dimulai dengan aroma bubur ayam dan wangi kopi tubruk dari gerobak di dekat pasar. Sudah tujuh tahun saya tinggal dan menulis tentang makanan di kota ini, dan kebiasaan paling awal yang saya pelajari adalah ini: kenyang tidak harus mahal. Dengan selembar uang sepuluh ribu, orang bisa pulang membawa perut penuh dan cerita.

Warung kaki lima yang jadi tempat pulang

Saya masih ingat pertama kali duduk di bangku plastik warung nasi uduk dekat alun-alun. Harganya tidak sampai dua belas ribu rupiah sepiring, lengkap dengan telur dadar, sambal kacang, dan kerupuk. Yang membuat saya kembali bukan hanya rasanya, tetapi cara ibu penjualnya menanyakan apakah saya ingin tambahan sambal atau cukup dengan bawang goreng. Ada kehangatan kecil yang tidak tercatat di struk.

Kalau ingin mencoba kuliner kaki lima seperti ini, datanglah sebelum jam makan siang. Stok biasanya masih lengkap dan suasananya lebih tenang. Sebagai referensi tentang beragam masakan rakyat, kamu bisa membaca ulasan di Detik Food yang sering membahas jajanan kaki lima dari berbagai daerah.

Warung nasi uduk kaki lima di Kota Pandeglang pada pagi hari

Jajanan tradisional yang murah dan mengenyangkan

Ada satu sudut pasar yang selalu saya singgahi setiap akhir pekan. Di sana berjejer penjual combro, gorengan singkong, dan kue cucur yang masih hangat. Harganya cukup dengan lima atau sepuluh ribu rupiah untuk dua hingga tiga potong. Gorengan singkong dengan isian oncom, misalnya, terasa gurih dan mengisi perut lebih lama dari yang saya kira Beberapa pertimbangan tambahan di kuliner pilihan.

Yang sering saya tanyakan kepada para penjual adalah resep dasarnya. Mereka biasanya tersenyum dan bercerita bahwa rahasianya ada pada adonan yang tidak terlalu encer dan minyak yang harus benar-benar panas. Dari obrolan-obrolan seperti itu, saya belajar bahwa jajanan murah sering lahir dari ketelatenan, bukan dari bahan yang mewah.

Resep rumahan yang bisa kamu coba sendiri

Kalau dapur kamu sedang sepi dan dompet mulai menipis, saya biasanya memasak nasi goreng sederhana dengan nasi sisa semalam. Cukup bawang putih, bawang merah, sedikit cabai, kecap manis, dan telur. Nasi yang sudah dingin justru lebih pulen dan tidak lembek saat ditumis. Porsinya bisa untuk dua orang dengan biaya di bawah lima belas ribu rupiah.

Tips praktis yang saya pelajari dari pengalaman: belilah bumbu dasar dalam jumlah kecil tetapi sering, jangan dalam kemasan besar yang cepat tengik. Simpan sisa sayur untuk campuran tumisan. Dengan begitu, makanan rumahan tetap enak tanpa membuat pengeluaran membengkak Soal ini, saya pernah singgung di kuliner enak.

Nasi goreng rumahan sederhana dengan telur dadar dan irisan cabai

Pada akhirnya, kuliner hemat bukan soal menahan diri, melainkan soal menemukan kenikmatan di tempat yang sering luput dari perhatian. Pandeglang mengajarkan saya bahwa sepiring makanan sederhana, disajikan dengan tulus, sudah cukup untuk membuat hari terasa lengkap.

Baca juga: Kuliner menikmati seafood segar

Referensi: sumber resmi

Tag: #kuliner hemat #kuliner kaki lima #resep rumahan #jajanan tradisional